baliho expo yang menyapa pengunjung dikawal oleh traktor
Lahan untuk pameran agro di Soropadan ini sudah sejak lama aktif menyelenggarakan pameran tahunan sejak saya SMP kalau tidak salah ingat. Tapi, baru tahun ini saya berniat yang kemudian diikuti dengan langkah nyata untuk pergi ke sana. Saya pikir, pameran seperti ini tidak akan terlalu ramai, mengingat letaknya di daerah yang kurang ramai. Apalagi melihat expo di balai pembibitan Yogyakarta yang sangat sepi setelah jam makan siang (karena pengunjungnya rata-rata adalah pegawai dinas pertanian juga), saya makin pesimis. Sejak berada di angkutan umum, well saya lebih memilih naik angkutan umum agar lebih down to earth, banyak orang yang sudah membicarakannya. Uwow...expo ini menjadi tempat pariwisata juga untuk penduduk lokal. Oke, pameran ini ramai oleh penduduk sekitar, setidaknya ada pengunjung (masih pesimis).
Dari rumah, di daerah Kramat Magelang saya naik angkutan jurusan Temanggung sampai terminal Secang. Nah, dari sini pindah naik angkutan umum berwarna kuning. Kalau tujuan kita jalan-jalan, kita bisa mengikuti angkutan ini dan turun di depan soropadan expo. Namun, kalau tidak mau berlama-lama di jalan, kita bisa berhenti di pertigaan dekat lokasi tujuan dan berjalan kaki barang 5 menit. Dari pertigaan itu sudah tampak ramainya bendera-bendera sponsor dan mobil yang diparkir di pinggir jalan. Ehm, ralat bukan mobil, tapi bus mini. Uwow...plat bus yang ada bukan hanya AA, tapi ada juga K, G,H, dan lainnya. Errr....pengunjungnya dari segala penjuru Jawa Tengah rupanya.
pengunjung berduyun-duyun datang
Stan pengisi acara expo merupakan perwakilan dari beberapa dinas kota/kabupaten di Jawa Tengah. Ada juga perwakilan dari provinsi tetangga seperti DIY dan Jawa Barat. Karena saya tidak tampak sebagai konsumen yang potensial, saya lebih sering dianggap angin lalu oleh para petugas penjaga stan. Oke, tampilan saya agak lusuh mungkin bagi para pegawai negeri ini. Kawasan stan-stan daerah ini bukan tempat bagi saya. Sampai akhirnya saya berada di kebun percontohan. Aha, menyenangkan sekali!!! Perpaduan langit biru dan hijaunya hamparan tanaman membuat hati saya berdetak kencang, Amboi, indah nian tempat ini! Banyak hal yang menarik perhatian saya, seperti contoh irigasi tetes (drip irrigation) dan green house. Sayangnya, minim informasi mengenai teknologi penanaman ini, saya cuma bisa mengamati dengan seksama.
sesuai keterangan yang ditempel:contoh drip irrigation
green house buat nanem buncis (klo gak salah inget)
green house daun bawang
Keren yak kebunnya? Kalau Anda berpikir itu hal yang biasa, ini menandakan bahwa kita berbeda. Hahahahaha... Beberapa waktu ke depan semoga saya juga bisa membuat kebun yang demikian juga. amiiiiiiin
0 komentar:
Posting Komentar